ASSASSIN'S CREED MIRAGE
Ubisoft (Playstation, Xbox, Steam)
ASSASSIN'S CREED
Ardhazz Gamer
10/5/20233 min read



"Third-Person Action-Adventure Role-Playing Game Dengan Stealth Style."


Setelah peristiwa dalam “Assassin's Creed Valhalla: The Last Chapter”, para Assassin di masa kini menggunakan sampel darah dari Basim Ibn Ishaq untuk menelusuri kembali ingatannya pada masa Kekhalifahan Abbasiyah.
Pada tahun 861 M, Basim adalah seorang pencuri jalanan muda yang tinggal di Anbar bersama teman masa kecil sekaligus rekannya, Nehal. Sepanjang hidupnya, Basim terus dihantui oleh penglihatan tentang sesosok jin mengerikan, dan Nehal senantiasa membantunya menghadapi hal tersebut. Meski hanya seorang pencuri biasa, Basim memiliki ambisi besar dan berkeinginan untuk bergabung dengan Hidden Ones, namun ia ditolak mentah-mentah oleh Roshan, anggota senior Hidden Ones yang bertugas di Anbar. Demi membuktikan kemampuannya, Basim menyelinap masuk ke istana Khalifah untuk mencuri sebuah peti yang juga diincar oleh Hidden Ones maupun Order of the Ancients. Basim berhasil mengambil artefak berbentuk cakram dari dalam peti tersebut—yang kemudian menampilkan pesan holografis—sebelum ia berhadapan langsung dengan sang Khalifah, al-Mutawakkil. Nehal membunuh Khalifah demi menyelamatkan Basim, dan keduanya pun melarikan diri dari istana.
Sebagai pembalasan atas pembunuhan Khalifah, para penjaga mulai membantai seluruh pencuri di Anbar, termasuk banyak teman Basim; dalam kemarahannya, Basim menyalahkan Nehal sebelum akhirnya mereka berpisah jalan. Kini dalam pelarian, Basim berhasil keluar dari kota berkat bantuan Roshan, yang kemudian membawanya ke benteng pegunungan Hidden Ones di Alamut. Selama beberapa bulan berikutnya, Basim berlatih di bawah bimbingan Roshan dan akhirnya resmi dilantik menjadi anggota Hidden Ones. Ketika pemimpin mereka, Rayhan, mengetahui bahwa pengaruh Order of the Ancients berkembang pesat di Baghdad, ia memutuskan untuk mengirim sekelompok anggota Hidden Ones ke kota tersebut guna melakukan penyelidikan, dengan Basim dan Roshan memimpin misi itu.
Setibanya di Baghdad, Basim mengetahui bahwa lima anggota Order telah menyusup ke tingkat kekuasaan tertinggi Kekhalifahan dan memanfaatkannya untuk menggali atau membangun kembali artefak kuno Isu. Ia kemudian memburu empat anggota Order tersebut, melenyapkan mereka beserta para bawahannya serta menggagalkan rencana masing-masing. Selama masa ini, Basim bertemu kembali dengan Nehal, yang menaruh curiga terhadap Hidden Ones dan mendorong Basim untuk menyelidiki artefak-artefak yang dicari oleh Order, karena meyakini bahwa mereka berdua memiliki keterkaitan dengan artefak tersebut. Pada akhirnya, Basim berhadapan dengan pemimpin Order, Qabiha—mantan selir al-Mutawakkil—yang menyatakan bahwa jawaban yang dicari Basim tersimpan di sebuah kuil Isu di bawah Alamut. Qabiha berusaha membujuk Basim untuk menemaninya ke kuil tersebut, namun Roshan membunuhnya dan memperingatkan Basim agar tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Mengabaikan peringatan Roshan, Basim pergi ke Alamut bersama Nehal, namun mendapati benteng tersebut sedang dikepung oleh pasukan Order. Basim menyelamatkan banyak anggota Hidden Ones yang tertawan dan menggalang kekuatan mereka untuk menghalau serangan, sementara ia sendiri menuju kuil setelah meyakinkan Rayhan bahwa pengetahuan yang tersimpan di dalamnya dapat digunakan untuk mengalahkan Order. Namun, ia dihadang oleh Roshan yang mengungkapkan bahwa ia mengetahui jati diri Basim yang sebenarnya dan berusaha mencegahnya memasuki kuil karena khawatir akan hal yang mungkin bangkit dalam diri Basim. Basim mengalahkan Roshan namun membiarkannya tetap hidup, lalu memasuki kuil bersama Nehal. Di dalamnya, ia menemukan lebih banyak artefak berbentuk cakram dan mendapati bahwa kuil tersebut dulunya merupakan penjara tempat Isu bernama Loki pernah ditahan. Basim juga menyadari bahwa Nehal sebenarnya tidak pernah ada; baik Nehal maupun sosok jinni hanyalah manifestasi dari ingatan-ingatannya yang terpendam sebagai Loki. Memutuskan untuk menerima jati dirinya sebagai reinkarnasi Loki, Basim "menyatu" dengan Nehal dan mendapatkan kembali ingatan Loki.
Setelah keluar dari kuil, Basim diterima kembali ke dalam Hidden Ones, sementara Roshan mengundurkan diri sebagai bentuk protes. Kini dengan kesadaran penuh akan kehidupan masa lalunya sebagai Loki, Basim merenungkan bahwa ia telah terlahir kembali di dunia baru, dan menantikan untuk bertemu kembali dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penahanannya dahulu.

